Sosok

Dosen Teknik UNM Pelopor Literasi Jalanan di Negeri Formosa

Fokussulsel.com, – Muhammad Farid adalah salah satu dari sekian banyak putra Sulsel yang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Pria yang kerap disapa Adhe Farid ini cukup akrab dikalangan civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM) terkhusus Fakultas Teknik UNM Makassar.

Lahir di Makassar, dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana yang melekatkan prinsip kesederhanan dalam kehidupan beliau.

Profil Singkat Dosen Teknik UNM Penggiat Literasi

Pria yang lekat dengan kehidupan organisasi kemahasiswaan semasa kuliah di Strata Satu (S1) di kampus orange (UNM), mengantarkan beliau terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) UNM. Sementara itu kiprahnya di organisasi eksternal beliau juga pernah menjabat Ketua HMI Komisariat UNM dan menjadi inspirator lahirnya beberapa komisariat HMI di UNM.

Foto pelantikan Pengurus Maperwa UNM Periode 2002-2003/Facebook M. Farid

Aktifis yang juga berhasil menuntaskan program magister teknik di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, aktif dalam berbagai lintas kajian baik dunia kemahasiswaan dan pendidikan. Akrab dengan dunia literasi sehingga tulisannya kerap mewarnai kolom opini di berbagai media lokal maupun nasional, LPM Profesi UNM, Tribun Timur, Harian Fajar dan Kompasiana Kompas.

Saat ini beliau terdaftar sebagai Dosen Teknik UNM, yang kemudian memberinya jalan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan program Doktor di Kaohsiung Taiwan. Di selama menjalani studi di Kaohsiung beliau tetap akitf melibatkan diri dalam organisasi pemuda dan pelajar yakni Wakil Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Taiwan (PPI). Kecintaan beliau dengan dunia literasi justru memberikan tantangan sekaligus inspirasi untuk menyebarkan virus literasi di Negeri Formosa julukan negara Taiwan.

Dosen Teknik UNM Pelopor Literasi Jalanan di Negeri Formosa

Foto penjemputan mahasiswa di bandara Kaohsiung bersama PPI Kaohsiung/Facebook M. Farid

Bersama dua rekannya membentuk perpustakaan berjalan Kaohsiung (PBK). Buku-buku yang dipajang di pelataran Kaohsiung Main Station merupakan hibah dan sumbangan para donatur yang berasal dari komunitas literasi, mahasiswa, diaspora, dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bersama tim relawan PBK setiap minggu kedua dan ketiga tiap bulannya membuka lapak perpustakaan. Nampak juga istri dan ketiga anaknya ikut berpartisipasi menjaga lapak.

Selain itu, secara berkala tim relawan PBK menggelar kegiatan bedah buku dan diskusi literasi dengan melibatkan semua elemen masyarakat Indonesia di Kota Kaohsiung dan sekitarnya.

Sampai saat ini koleksi buku perpustakaan jalan yang dikelola bersama dua founder PBK lainnya, Ayub Anggadireja, dan Sima Ting Kuan Wu berjumlah 112 eksemplar dari awalnya hanya berjumlah 52 eksemplar yang merupakan kumpulan dari donasi-donasi buku dari berbagai pihak.

Anak M. Farid yang juga aktif dalam Gerakan Literasi Jalanan Taiwan/ Facebook M. Farid

Pengunjung perpustakaannya pun beragam mulai dari mahasiswa-mahasiswa Indonesia sampai TKI yang sedang bekerja di Taiwan. Di era teknologi yang begitu tinggi sebetulnya tidak sulit untuk mendapatkan sebuah buku namun ada sesuatu hal yang berbeda melalui perpustakaan jalanan yang dikelolanya.

Dosen Teknik UNM Pelopor Literasi Jalanan di Negeri Formosa

Foto bersama WNI yang juga tinggal di Taiwan disela-sela aktifitasnya memajang buku-bukunya/ Facebook M. Farid

“Dengan perpustakaan ini ada interaksi sosial yang terbangun, kami saling mengenal, berbagi pengalaman dinegeri orang sesuatu yang tak mungkin kita dapat ketika membaca buku lewat gadget”, tutur Farid lewat wawancara dengan redaksi fokussulsel.com.

Dosen muda ini juga berhasil merampungkan karya literasinya yakni buku “Ruang Kontemplasi” yang merupakan kumpulan essai selama beliau di Taiwan. Bahkan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U, menulis kesannya di twitter setelah kunjungannya di Taiwan dan dihadiahi buku oleh beliau ini.

Dosen Teknik UNM Pelopor Literasi Jalanan di Negeri Formosa

Menghadiahi buku karyanya kepada Prof. Mahfoed MD sewaktu kunjungan beliau di Taiwan/ Facebook M. Farid

“Ini teman kita, Farid. Dosen Teknik UNM yang sedang mengambil Ph. D. di Taiwan. Bidang keahliannya Teknologi Industri tetapi bisa menulis seperti sastrawan. Terimakasih atas hadiah bukunya, “Ruang Kontemplasi”. Segeralah pulang ke Indobesia, ibu pertiwi sudah menunggu.” ujar Mahfud MD dalam twitnya.

“Dengan bersepeda kita merawat kesederhanaan”

Kutipan diatas salah satu prinsip hidup beliau karena selama di Taiwan beliau lebih memilih untuk bersepeda dalam beraktifitas ketimbang menggunakan moda transportasi lainnya. Bahkan istri dan anak-anaknya pun sudah cukup akrab dengan sepeda.

Foto bersepeda dengan keluarga/Facebook M. Farid

Dukungan mengalir dari sahabat dan penggiat literasi lainnya, atas usaha dan jasa beliau. Ini tak lepas dari keinginan beliau untuk terus merawat dan membumikan literasi dimanapun beliau berada. Hingga saat ini beliau masih aktif menulis dalam blognya adhefarid.wordpress.com ada banyak tulisan beliau disana yang bisa menginspirasi Anda untuk berkarya. *(tlk)

======

Ralat: 

Di inti berita dimulai baris ke-6 kami melakukan revisi dan penambahan redaksi kata berdasarkan informasi akurat dari narasumber.

*Penulis: H. Bandung

Comments
To Top