News

KPU Pusat Tekankan Lembaga Survei Transparan Soal Ini

Fokussulsel.com, – Menjelang pemilu dan pileg komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari menegaskan, lembaga survei harus mempublikasikan hasil surveinya secara profesional dan bertanggung jawab terhadap publik.

“Lembaga survei harus mempublikasikan ke publik metodologi riset yang digunakan dan kemudian harus fair, harus men-declare survei ini, survei yang dibiayai dari lembaga survei sendiri atau kandidat,” ungkap Hasyim Ashari, seperti yang dirilis laman Liputan6 kemarin, Jumat, (23/3/2018).

KPU Tekankan Lembaga Survei Transparan Soal Pembiayaan dan Metode Riset

Komisioner KPU, Pranomo Ubaid Tanthowi (ketiga kiri) menyampaikan Uji Publik Rancangan Peraturan KPU terkait Pemilu 2019 di Jakarta, Senin (19/3). Uji Publik diikuti perwakilan dari partai poltik peserta Pemilu 2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Hasyim menambahkan, selama ini ada lembaga survei yang merangkap juga sebagai konsultan. Dengan alasan itulah publik tahu. Ketika mempublikasikan hasil surveinya, lembaga survei tersebut sebagai lembaga survei saja atau lembaga konsultan juga.

Dia kembali menegaskan, tujuan dari publikasi itu agar publik mengetahui transparansi dan tanggung jawab dari kerja lembaga tersebut. Lanjutnya lagi karena jika memposisikan keduanya tentu ada maksud dan tujuan lainnya.

“Intinya publik mesti tahu lembaga survei ini bekerja dengan penuh tanggungjawab dan transparan. Prinsipnya itu yang kita harapkan,” tegas Komisioner KPU ini.

Pentingnya mendorong transparansi dan tanggung jawab lembaga survei ditekankan Hasyim, tidak hanya pada lembaga survei. Laporan dana kampanye masing-masing calon atau kandidat pun, seharusnya dapat transparan.

Jika ada calon yang menggunakan lembaga survei atau konsultan, maka harus dinyatakan dalam laporan dana kampanye. *(tlk)

To Top