Berita ekonomi dari sulsel

Bank Indonesia Masih Tunggu Perusahaan Teknologi Finansial Yang Belum Mendaftar

13 Perusahaan Teknologi Finansial di bidang sistem pembayaran menunggu antrean pengumuman terdaftar di Bank Indonesia (BI)

Perusahaan teknologi finansial yang ditinggu BI

Fokussulsel.com -Susiati Dewi, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI mengatakan, sejak bulan Januari 2018 sudah ada 21 perusahaan Teknologi Finansial yang mendaftar.

Namun, hanya  8 perusahaan yang telah divefikasi dan diumumkan telah terdaftar.

Artinya masih ada 13 perusahaan Teknologi Finansial yang masuk dalam daftar tunggu Bank Indonesia.

“Yang 13 sedang dalam proses penilaian apakah masuk ranah BI atau OJK [Otoritas Jasa Keuangan],” katanya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dalam pertemuan dengan pelaku startup tekfin belum lama ini, lanjutnya, BI mengidentifikasi ada sekitar 72 tekfin yang masuk kategori sistem pembayaran dan seharusnya mendaftar.Berikut 8 perusahaan teknologi finansial yang telah terdaftar adalah PT Cashlez Worldwide Indonesia, PT Dimo Pay Indonesia,

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, 8 perusahaan teknologi finansial yang dipublikasikan sifatnya hanya pencatatan.

Dia menjelaskan, BI terus memproses perusahaaan Teknologi Finansial yang telah melakukan proses pendaftaran. Dengan demikian, daftar teknologi finansial diharapkan jumlahnya bertambah.

Sesuai dengan PBI teknologi finansial, penyelenggara yang wajib melakukan pendaftaran ke BI adalah yang akan atau telah melakukan kegiatan yang memenuhi kriteria teknologi finansial.

Regulasi BI mengenai teknologi finansial sistem pembayaran tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

Comments
To Top